KATA PENGANTAR
Assalamualaikum
wr.wb
Alhmadulillahirobilalamin,
pujisyukur saya panjatkan kepada tuhan yang maha esa yang telah memberikan
nikmat dan memberi kesempatan pada saya sehingga saya bisa menyelesaikan tugas
paper ini untuk mata kuliah aplikasi komputer.
Pada
paper ini saya akan membahas tentang terumbu karang, pengertian terumbu karang,
manfaat terumbu karang, masalah yang di
miliki oleh terumbu karang dan beberapa jenis jenis dari terumbu karang. Karena
sebenarnya pada saat ini masyarakat belum mengerti banyak tentang apa itu
terumbu karang dari manfaatnya dan apa bahayanya jika terumbu karang itu musnah
dari muka bumi ini. Padahal terumbu karang adalah salah satu syarat terjadinya
kehidupan di dasar laut.
Tetapi
karena kurang mengertinya apa itu terumbu karang, masyarakat merusak atau tidak
sengaja merusak terumbu karang itu tanpa hati-hati dan tidak memikirkan
pertumbuhan kembali terumbu karang tersebut. Banyak orang juga mengira bahwa
terumbu karang adalahh salah satu jenis tumbuhan padahal terumbu karang adalah
jenis hewan laut yang termasuk dalam jenis karang yang berkumpul menjadi satu
dan bukan hewan yang bergerak aktif. Tetapi jika di lihat pada struktur dan
fisiologis tubuhnya terumbu karang adalah merupakan jenih hewan.
Dari
paper ini saya akan menjelaskan garis besar tentang terumbu karang tersebut.
Semoga paper ini bermanfaat dan menambah wawasan kita. Jika ada salah kata atau
kesalahan dalam penulisan saya mohon kritik dan saran nya.
Terimakasih
Serang 3 April 2015
Laksmi Dyah Mayang Ningrum
Daftar isi
1.
Kata pengantar.......................................................
2. BAB
1 Pendahuluan
3.
BAB 2 Pembahasan
4.
BAB 3 kesimpulan
5.
Referensi
BAB
1 PENDAHULUAN
Terumbu karang adalah Karang yang hidup di laut, tampak
terlihat seperti batuan atau tanaman. Tetapi mereka sebenarnya adalah
sekumpulan hewan-hewan kecil yang dinamakan polip. Ada dua macam karang, yaitu
karang batu (hard corals) dan karang lunak (soft corals). Karang batu merupakan
karang pembentuk terumbu karena tubuhnya yang keras seperti batu. Kerangkanya
terbuat dari kalsium karbonat atau zat kapur. Karang baru bekerja sama dengan
alga yang disebut zooxanthellae. Karang batu hanya hidup di perairan dangkal
dimana sinar matahari masih didapatkan. Karang lunak bentuknya seperti tanaman
dan tidak bekerja sama dengan alga. Karang lunak dapat hidup baik di perairan
dangkal maupun di perairan dalam yang gelap.
Koloni
karang dibentuk oleh ribuan hewan kecil yang disebut Polip. Dalam bentuk
sederhananya, karang terdiri dari satu polip saja yang mempunyai bentuk tubuh
seperti tabung dengan mulut yang terletak di bagian atas dan dikelilingi oleh Tentakel. Namun pada kebanyakan Spesies, satu individu polip
karang akan berkembang menjadi banyak individu yang disebut koloni. Hewan ini memiliki bentuk unik dan
warna beraneka rupa serta dapat menghasilkan CaCO3. Terumbu karang merupakan habitat bagi
berbagai spesiestumbuhan laut, hewan
laut, dan mikroorganisme laut lainnya yang
belum diketahui.
Polip adalah karang yang bentuknya seperti sebuah karung dan
memiliki tangan-tangan yang dinamakan tentakel. Polip menyerap kalsium karbonat
dari air laut untuk membangun rangka luar zat kapur yang dapat melindungi tubuh
polip yang sangat lembut


Polip
tersebut mempunya cara makan tersendiri, cara makan polip adalah seperti gambar
di bawah ini

·
pada
awalnya mangsa tertarik pada tentakel-tentakel yang di miliki oleh terumbu
karang
·
saat
mangsa mendekat tentakel-tentakel tersebut menjerat mangsa sehingga mangsa
tidak bisa keluar lagi
·
mangsa
tersebut di tarik kedalam tubuh polip
·
lalu
yang terakhir di cerna oleh polip untuk menambah nutrisi dan energi polip untuk
selalu beertumbuh
Lama waktu terumbu
karang bertumbuh
Selama
satu tahun rata-rata karang hanya dapat menghasilkan batu karang setinggi 1 cm
saja. Jadi selama 100 tahun karang batu itu hanya tumbuh 100 cm. Kalau begitu,
jika karang yang tingginya 5 meter dirusak, diperlukan 500 tahun agar kembali
seperti semula. Terumbu karang termasuk ekosistem yang paling tua di bumi ini.
Tahap pertama evolusi terumbu karang terjadi kira-kira 500 juta tahun yang
lalu. Terumbu karang modern ada sejak lebih dari 50 juta tahun yang lalu. Waktu
yang dibutuhkan terumbu karang untuk tumbuh adalah antara 5000 sampai 10.000
tahun . Jadi terumbu yang kita lihat sekarang ini telah berumur lebih dari
10.000 tahun
BAB
2
PEMBAHASAN
Sebagai
negara maritim, indonesia memiliki kekayaan biota laut yang sangat beragam.
salah satu kekayaan biota laut yang terdapat di indonesia adalah terumbu
karang. Bahkan indonesia merupakan negara yang memiliki terumbu karang terkaya
di dunia. Sekitar 85.200 km2 atau 18% dari seluruh terumbu karang di dunia yang
jumlahnya 284.300 km2 berada di hamparan dalam samudra di indonesia. Negara kita
ini memiliki 93 ribu km2 wilayah perairan yang di dalamnya terdapat 4000 jenis
hewan laut (ikan dan udang-udangan), 600 jenis batu karang, dan 2500 jenis
moluska.
Kita sebagai warga negara indonesia patut berbangga karena indonesia juga termasuk wilayah Coral triangel atau segitiga karang dunia yang menjadi pusat ekosistem keragaman laut di dunia. Raja ampat, papua barat merupakan kawasan penyumbang terumbu karang terbesar di indonesia dan sekaligus menjadi kepulawan dengan jenis terumbu karang terbanyak di dunia, yang memiliki hampir 500 lebih jenis karang dan 100 spesies ikan laut. Selain itu masih ada wilayah yang memiliki jenis terumbu karang yang banyak antara lain, Kepulawan derawan, kalimantan timur; Kep.wakatobi, Sultra; nusa penida,bali; yang masing-masing memiliki kekayaan terumbu karang yang tidak kalah bagus.
Sayangnya, keberadaan terumbu karang di dunia khususnya di indonesia mulai teancam. Di indonesia saja persentase perusakan terumbu karang tiap tahunnya menunjukan kenaikan yang signifikan, dalam kurun waktu 4 tahun (2004-2008) 34% terumbu karang di indonesia berkondisi sangat buruk, dan ironisnya hanya 3 % terumbu karang yang dalam keadaan sangat baik.
Data yang muncul mengisyaratkan apabila tidak diambil langkah-langkah progresif, dapat dipastikan laju degradasi terumbu karang di negara kita akan semakin menghawatirkan, bila tidak ingin dikatakan mengarah punah. Artinya, harus ada upaya nasional untuk mengentikan laju kerusakannya. Jika tidak, degradasi terumbu karang dikuatirkan akan semakin luas dan besar yang konsekuensinya juga akan berdampak secara ekologis maupun ekonomis bagi Indonesia sendiri tentunya.
Karenanya seluruh elemen harus menyadari bahwa menjaga kelestarian sumber daya kelautan berarti merupakan suatu upaya penting dalam menjamin produktivitas sumber daya perikanan. Sekali lagi harus disadari, manfaat terumbu karang bagi manusia amat menakjubkan. Selain merupakan aset wisata bahari, juga berfungsi benteng alami pantai dari gempuran ombak, bahkan sumber makanan dan obat-obatan. Tak heran, jika ratusan juta orang hidupnya sangat bergantung pada terumbu karang di coral triangle.
Di Indonesia saja, nilai ekonomis terumbu karang tak bergeser dari angka US$1,6 miliar per tahun. Memang, angka ini masih rendah ketimbang nilai ekonomis terumbu karang di dunia sebesar US$29,8 miliar dari makanan, perikanan, keanekaragaman, dan wisata bahari. Namun, angka ekonomis terumbu karang di Indonesia lebih besar dibandingkan di Hawai yang sebesar US$361 juta bagi nonekstratif dan sebanyak US$3 juta bagi perikanan pesisir.
Jadi, bisa dibayangkan berapa kerugian material yang timbul akibat rusaknya terumbu karang yang merupakan tempat vital bagi ekosistem perikanan, begitu juga kerugian non material berupa rusaknya ekosistem laut yang tentunya amat berdampak bagi kehidupan kita.
Kita sebagai warga negara indonesia patut berbangga karena indonesia juga termasuk wilayah Coral triangel atau segitiga karang dunia yang menjadi pusat ekosistem keragaman laut di dunia. Raja ampat, papua barat merupakan kawasan penyumbang terumbu karang terbesar di indonesia dan sekaligus menjadi kepulawan dengan jenis terumbu karang terbanyak di dunia, yang memiliki hampir 500 lebih jenis karang dan 100 spesies ikan laut. Selain itu masih ada wilayah yang memiliki jenis terumbu karang yang banyak antara lain, Kepulawan derawan, kalimantan timur; Kep.wakatobi, Sultra; nusa penida,bali; yang masing-masing memiliki kekayaan terumbu karang yang tidak kalah bagus.
Sayangnya, keberadaan terumbu karang di dunia khususnya di indonesia mulai teancam. Di indonesia saja persentase perusakan terumbu karang tiap tahunnya menunjukan kenaikan yang signifikan, dalam kurun waktu 4 tahun (2004-2008) 34% terumbu karang di indonesia berkondisi sangat buruk, dan ironisnya hanya 3 % terumbu karang yang dalam keadaan sangat baik.
Data yang muncul mengisyaratkan apabila tidak diambil langkah-langkah progresif, dapat dipastikan laju degradasi terumbu karang di negara kita akan semakin menghawatirkan, bila tidak ingin dikatakan mengarah punah. Artinya, harus ada upaya nasional untuk mengentikan laju kerusakannya. Jika tidak, degradasi terumbu karang dikuatirkan akan semakin luas dan besar yang konsekuensinya juga akan berdampak secara ekologis maupun ekonomis bagi Indonesia sendiri tentunya.
Karenanya seluruh elemen harus menyadari bahwa menjaga kelestarian sumber daya kelautan berarti merupakan suatu upaya penting dalam menjamin produktivitas sumber daya perikanan. Sekali lagi harus disadari, manfaat terumbu karang bagi manusia amat menakjubkan. Selain merupakan aset wisata bahari, juga berfungsi benteng alami pantai dari gempuran ombak, bahkan sumber makanan dan obat-obatan. Tak heran, jika ratusan juta orang hidupnya sangat bergantung pada terumbu karang di coral triangle.
Di Indonesia saja, nilai ekonomis terumbu karang tak bergeser dari angka US$1,6 miliar per tahun. Memang, angka ini masih rendah ketimbang nilai ekonomis terumbu karang di dunia sebesar US$29,8 miliar dari makanan, perikanan, keanekaragaman, dan wisata bahari. Namun, angka ekonomis terumbu karang di Indonesia lebih besar dibandingkan di Hawai yang sebesar US$361 juta bagi nonekstratif dan sebanyak US$3 juta bagi perikanan pesisir.
Jadi, bisa dibayangkan berapa kerugian material yang timbul akibat rusaknya terumbu karang yang merupakan tempat vital bagi ekosistem perikanan, begitu juga kerugian non material berupa rusaknya ekosistem laut yang tentunya amat berdampak bagi kehidupan kita.
Kondisi terumbu karang di Indonesia masih memprihatinkan. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencatat,
hampir sepertiga kondisi terumbu karang di Indonesia mengalami kerusakan atau kurang baik. Meskipun kondisi ini telah
mengalami tren membaik dalam sepuluh tahun terakhir.
Sebanyak
30,4 persen dari total luas terumbu karang yang dimiliki oleh Indonesia berada
dalam kondisi rusak atau tidak baik. Hanya sebesar 2,59 persen dan 27,14 persen
yang dalam kondisi sangat baik dan baik. Selebihnya, 37,18 persen dalam kondisi
kurang baik.
Terumbu karang (coral reef) Indonesia merupakan yang terkaya di
dunia. Luas terumbu karang di Indonesia ini mencapai 2,5 juta hektar. Selain
luas, terumbu karang Indonesia pun memiliki keanekaragaman hayati tertinggi
di dunia. Sedikitnya 750 jenis karang yang termasuk ke dalam 75 marga terdapat
di Indonesia.
Sayangnya, kekayaan ini nyaris hilang. Berbagai survei mencatat tingkat
kerusakanterumbu karang Indonesia yang sangat memprihatinkan. Survei terbaru
dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dengan melakukan
pengamatan di 1.135 stasiun, hingga 2013, tercatat 5,29 persen dalam kondisi
sangat baik, sebesar 27,14 persen masih dalam kondisi baik, dan sebesar 37,18
persen dalam kondisi cukup. Sisanya sebesar 30,4 persen dalam kondisi tidak
baik.
Eksistensi Indonesia sebagai salah satu pusat terumbu
karang diyakini terus mengalami degradasi. Tentunya masalah itu, akan semakin
meluas jika tidak segera diambil langkah-langkah untuk melestarikannya. Sebagai
salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia juga dikenal sebagai
salah satu pusat keanekaragaman hayati laut dunia dengan kekayaan terumbu
karangnya.
Namun sayangnya, saat ini kekayaan terumbu karang Indonesia justru terancam rusak akibat berbagai hal, baik karena faktor alam seperti perubahan iklim maupun akibat ulah manusia sendiri. Indonesia sendiri memiliki luas total terumbu karang sekitar 85.200 Km2 atau sekitar 18% luas total terumbu karang dunia dan 65% luas total di coral triangle, yang meliputi Indonesia, Filipina, Malaysia, Timor Leste, Papua Nugini dan Kepulauan Salomon.
Keberadaan terumbu karang pada 6 negara itu mendapat julukan coral triangle (segi tiga karang dunia) karena jika ditarik garis batas yang melingkupi wilayah terumbu karang pada negara-negara tersebut maka akan menyerupai segitiga dengan total luas sekitar 75.000 Km2.
Beberapa kepulauan di Indonesia selama ini diketahui memiliki jenis karang cukup tinggi seperti Nusa Penida (Bali), Komodo (NTT), Bunaken (Sulut), Kepulauan Derawan (Kaltim), Kepulauan Wakatobi (Sultra), dan Teluk Cendrawasih (Papua). Namun sayangnya, lagi-lagi kekayaan keanekaragaman hayati yang dimiliki bangsa Indonesia itu tidak dapat terpelihara, baik akibat perubahan iklim maupun masalah lokal seperti ketidaktahuan, bahkan keserakahan dalam mengeksploitasi kekayaan alam demi mendapat keuntungan tanpa memikirkan kelestarian alam.
Maka dari itu, saat ini sebanyak 22% terumbu karang di wilayah Indonesia Bagian Timur dan Papua Nugini mengalami rusak. Angka ini lebih kecil dibandingkan kerusakan di wilayah Indonesia Bagian Barat sebesar 71%.
Namun sayangnya, saat ini kekayaan terumbu karang Indonesia justru terancam rusak akibat berbagai hal, baik karena faktor alam seperti perubahan iklim maupun akibat ulah manusia sendiri. Indonesia sendiri memiliki luas total terumbu karang sekitar 85.200 Km2 atau sekitar 18% luas total terumbu karang dunia dan 65% luas total di coral triangle, yang meliputi Indonesia, Filipina, Malaysia, Timor Leste, Papua Nugini dan Kepulauan Salomon.
Keberadaan terumbu karang pada 6 negara itu mendapat julukan coral triangle (segi tiga karang dunia) karena jika ditarik garis batas yang melingkupi wilayah terumbu karang pada negara-negara tersebut maka akan menyerupai segitiga dengan total luas sekitar 75.000 Km2.
Beberapa kepulauan di Indonesia selama ini diketahui memiliki jenis karang cukup tinggi seperti Nusa Penida (Bali), Komodo (NTT), Bunaken (Sulut), Kepulauan Derawan (Kaltim), Kepulauan Wakatobi (Sultra), dan Teluk Cendrawasih (Papua). Namun sayangnya, lagi-lagi kekayaan keanekaragaman hayati yang dimiliki bangsa Indonesia itu tidak dapat terpelihara, baik akibat perubahan iklim maupun masalah lokal seperti ketidaktahuan, bahkan keserakahan dalam mengeksploitasi kekayaan alam demi mendapat keuntungan tanpa memikirkan kelestarian alam.
Maka dari itu, saat ini sebanyak 22% terumbu karang di wilayah Indonesia Bagian Timur dan Papua Nugini mengalami rusak. Angka ini lebih kecil dibandingkan kerusakan di wilayah Indonesia Bagian Barat sebesar 71%.
BAB 3
Simpulan
Terumbu karang dapat tumbuh dengan baik di perairan laut dengan suhu27
derajat celcius dapat tumbuh pada suhu diatas dan dibawah kisaran suhu tersebut, tetapi
pertumbuhannyaakan sangat lambat. karena itulah
terumbu karang banyak ditemukan di perairan tropis seperti Indonesia
dan juga di daerah sub tropis yang aliran arus hangat dari daerah tropisseperti florida, amerika Serikat dan bagian
selatan Jepang. Karang membutuhkan perairan dangkal dan bersih yang dapat ditembus
cahaya matahari yang digunakan untuk berfotosintesis. Pertumbuhan karang pembentuk terumbu pada
kedalaman 1m sampai 8m
sangat lambat tetapi masih ditemukan hingga
kedalaman lebih dari80 m. karang memerlukan salinitas yang tinggi untuk tumbuh, oleh
karena itu,
di sekitarmulut sungai atau pantai atau sekitar pemukiman penduduk akan lambat karena karang
membutuhkan perairan yang kadar garamnya sesuai untuk hidup.
Pelindung
ekosistem pantai.Terumbu karang akan menahan dan memecah energi
gelombang sehinggamencegah terjadinya abrasi dan kerusakan di sekitarnya
Terumbu karang sebagai
penghasil oksigen.Terumbu karang memiliki kemampuan untuk memproduksi
oksigen sama seperti fungsihutan di daratan, sehingga menjadi habitat yang
nyaman bagi biota laut.
Terumbu
karang juga menjadi rumah bagi banyak jenis mahluk hidup.Terumbu karang menjadi tempat bagi hewan dan tanaman yang berkumpul untukmencari
makan, berkembang biak, membesarkan anaknya, dan berlindung. Bagi manusia, ini artinya terumbu karang mempunyai potensial
perikanan yang sangat besar, baik untuksumber makanan maupun mata pencaharian mereka.
Terumbu
karang dapat menjadi Sumber obat-obatan.Pada terumbu karang banyak terdapat
bahan-bahan kimia yang diperkirakan bisamenjadi obat bagi manusia.
Saat ini sudah banyak dilakukan berbagai penelitian
mengenai bahan-bahan kimia tersebut untuk dipergunakan untuk mengobati
berbagai penyakit..
Selain itu manfaat terumbu karang
juga sebagai pemandangan bagi wisatawan yang suka akan keindahan bawah laut
Terumbu karang yang bagus akan menarik minat wisatawan
pada kegiatan diving,karena variasi terumbu karang yang
berwarna-warni dan bentuk yang memikat merupakanatraksi tersendiri
bagi wisatawan baik asing maupun domestik.di perkirakan sebanyak
80juta penyelam, menyelam dan menikmati terumbu karang per tahun. Hal ini dapatmemberikan
alternatif pendapatan bagi masyarakat sekitar
Daerah PenelitianPenelitian akan menghasilkan informasi penting dan akurat
sebagai dasar pengelolaanyang lebih baik.
Selain itu, masih banyak jenis ikan dan organisme laut serta 5at$5at
yangterdapat di kawasan terumbu karang yang belum pernah diketahui manusia sehingga perlu penelitian
yang lebih intensif untuk mengetahuinya
Ekosistem terumbu karang adalah tempat tinggal bagi ribuan binatang dan tumbuhan yang banyak diantaranya memiliki nilai ekonomi tinggi. Berbagai jenis binatang mencari makan dan berli
ndung di ekosistem ini. Berjuta penduduk Indonesia bergantung sepenuhnya pada ekosistem terumbu karang sebagai sumber pencaharian. Jumlah produksi ikan, kerang dan kepiting dari ekosistem terumbu karang secara lestari di seluruh dunia dapat mencapai 9 juta ton atau sedikitnya 12% dari jumlah tangkapan perikanan dunia. Sumber perikanan yang ditopang oleh ekosistem terumbu karang memiliki arti penting bagi masyarakat setempat yang pada umumnya masih memakai alat tangkap tradisional.
Masalah dasar yang dihadapi ekosistem terumbu karang di Indonesia adalah sebagai berikut:
• kurangnya kesadaran akan nilai penting sumber daya ekosistem terumbu karang baik dari segi ekonomi, sosial maupun budaya,
• hampir tidak ada pengelolaan sumber daya ekosistem terumbu karang,
• walaupun telah ada peraturan perundang-undangan yang menyangkut pemanfaatan dan pelestarian sumber daya ekosistem terumbu karang, penegakan hukum yang terjadi masih sangat lemah,
• pembangunan industri yang tidak tekendali di kawasan pesisir yang memberikan dampak sangat negative terhadap kelangsungan hidup ekosistem terumbu karang,
• kemiskinan masyarakat hidup di kawasan pesisir menyebabkan tidak ada pilihan lain selain terus-menerus memanfaatkan sumber daya yang ada,
• kurangnya keinginan politis untuk menanggulangi masalah.
Ekosistem terumbu karang adalah ekosistem yang mengandung sumber daya alam yang dapat memberi manfaat besar bagi manusia. Dari itu diperlukan kearifan manusia untuk mengelolanya, yang bisa menjadikan sumber daya alam ini menjamin kesejahteraan manusia sepanjang zaman. Tanpa menghiraukan masa depan dan terus-menerus merusak, ekosistem terumbu karang akan menjadi semacam padang gurun tandus di dalam laut yang hanya dipenuhi oleh patahan-patahan karang dan benda mati lainnya. Karena itu pengelolaan sangat diperlukan untuk mengatur aktivitas manusia serta mengurangi dan memantau cara-cara pemanfaatan yang merusak. Pengelolaan terumbu karang harus berbasis pada keterlibatan masyarakat, sebagai pengguna langsung sumber daya laut ini.
Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya terumbu karang sangat penting mulai dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, pemantauan sampai pada tahap evaluasi dari suatu cara pengeloaan. Indonesia yang terletak di sepanjang katulistiwa, mempunyai terumbu karang terluas di dunia tersebar mulai dari Aceh sampai Irian Jaya. Dengan jumlah penduduk 200 juta jiwa, yang 60 persennya tinggal di daerah pesisir, maka terumbu karang merupakan tumpuan sumber penghudupan utama.
SARAN
• Terapkan prinsip 3 R (reduce-reuse-recycle) dan hemat energi. Terumbu karang adalah ekosistem yang sangat peka terhadap perubahan iklim. Kenaikan suhu sedikit saja dapat memicu pemutihan karang (coral bleaching). Mass coral bleaching dapat diikuti oleh kematian massal terumbu karang, seperti yang terjadi di hampir seluruh kawasan tropis 97-98, di Australia, 2002, dan di Karibia, 2006. Kejadian coral bleaching terbaru tahun 2010 melanda banyak sekali lokasi di Indonesia (laporan kejadian coral bleaching 2010) Jadi apapun yang dapat kita lakukan untuk mengurangi dampak global warming, akan sangat membantu terumbu karang.
• Buang sampah pada tempatnya. Hewan laut sering terkait pada sampah-sampah sehingga mengganggu gerakannya. Sampah plastik yang transparan banyak dibuktikan termakan oleh penyu karena tampak seperti ubur-ubur. Sampah plastik ini akan mengganggu pencernaanya. Dibanyak lokasi terumbu juga dijumpai karang dan biota laut lainnya yang bersifat bentik, sessile tidak dapat berpindah) yang mati akibat tertutup lembaran-lembaran plastik, mengingat plastik tidak hancur dalam satu malam saja.
• Terapkan prinsip 3 R (reduce-reuse-recycle) dan hemat energi. Terumbu karang adalah ekosistem yang sangat peka terhadap perubahan iklim. Kenaikan suhu sedikit saja dapat memicu pemutihan karang (coral bleaching). Mass coral bleaching dapat diikuti oleh kematian massal terumbu karang, seperti yang terjadi di hampir seluruh kawasan tropis 97-98, di Australia, 2002, dan di Karibia, 2006. Kejadian coral bleaching terbaru tahun 2010 melanda banyak sekali lokasi di Indonesia (laporan kejadian coral bleaching 2010) Jadi apapun yang dapat kita lakukan untuk mengurangi dampak global warming, akan sangat membantu terumbu karang.
• Buang sampah pada tempatnya. Hewan laut sering terkait pada sampah-sampah sehingga mengganggu gerakannya. Sampah plastik yang transparan banyak dibuktikan termakan oleh penyu karena tampak seperti ubur-ubur. Sampah plastik ini akan mengganggu pencernaanya. Dibanyak lokasi terumbu juga dijumpai karang dan biota laut lainnya yang bersifat bentik, sessile tidak dapat berpindah) yang mati akibat tertutup lembaran-lembaran plastik, mengingat plastik tidak hancur dalam satu malam saja.
REFERENSI
Tentang Terumbu Karang | Yayasan Terumbu Karang Indonesia (TERANGI) http://terangi.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=78%3Atentang-terumbu-karang&catid=17%3Aterumbu-karang&Itemid=12&lang=id#ixzz3WK02BZj0
Tentang Terumbu Karang | Yayasan Terumbu
Karang Indonesia (TERANGI) http://terangi.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=78%3Atentang-terumbu-karang&catid=17%3Aterumbu-karang&Itemid=12&lang=id#ixzz3WKCc4Uym
Tidak ada komentar:
Posting Komentar